新闻是有分量的

Jika teroris Bekasi hanya pengalihan isu,Kapolri siap mundur

2016年12月16日下午12:01发布
2016年12月16日下午3:48更新

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta,Senin(5/12)。 Foto oleh AGR / Izaak / ANTARA

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta,Senin(5/12)。 Foto oleh AGR / Izaak / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian siap mundur jika ada yang bisa membuktikan pengungkapan jaringan teroris Bekasi hanya rekayasa polisi untuk mengalihkan isu。

Kalau memang dia tunjukan buktinya,apakah betul pengalihan isu。 Kalau memang betul pengalihan isu dan rekayasa,anggota kami,saya perintahkan periksa dan pecat, “kata Tito di Satpas Daan Mogot,Jakarta Barat,Jumat 16 Desember 2016。

Tito mengatakan dirinya pernah memimpin Densus 88 dan tahu persis jiwa dan pengabdian mereka。 “Bila perlu saya mengundurkan diri jika mereka merekayasa,”kata Tito melanjutkan。

Kapolri Tito Karnavian juga mengatakan Densus 88 tidak pernah mendapatkan latihan untuk mengajarkan orang bagaimana harus berakting layaknya teroris。 Semua yang ditangkap berakhir di pengadilan.Semua bisa melihat,mereka bukan aktor dan artis,”kata Tito。

Seperti diberitakan sebelumnya,Detasemen Khusus 88 berhasil membongkar jaringan teroris di Bekasi yang berencana meledakkan Istana Negara。 Sampai saat ini setidaknya 12 orang telah ditangkap di tempat berbeda。

Satu dari 12 orang tersebut adalah seorang wanita yang siap menjadi pelaku bom bunuh diri。 Di rumah kontrakkan wanita tersebut di Bekasi,polisi menemukan bahan peledak berdaya ledak tinggi dalam penanak nasi nasi elektronik atau电饭煲。

Namun banyak yang menganggap keberhasilan polisi mengungkap jaringan teroris Bekasi ini hanya sebagai pengalihan dari isu penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama yang sedang menyedot perhatian publik。

Tito sendiri menyesalkan ada yang menganggap keberhasilan membongkar jaringan teroris hanya rekayasa。 Ia menantang pihak yang menganggap keberhasilan polri membongkar jaringan teroris sebagai rekayasa atau pengalihan itu membuktikan anggapan mereka。 “Tolong sebagai pejabat negara berbicara pakai data,”kata Tito。 -Rappler.com