新闻是有分量的

Eko Patrio:Ini bagian dari fitnah dzalim

2016年12月16日下午5点44分发布
2016年12月16日下午10:39更新

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah(DPW)Partai Amanat Nasional(PAN)DKI Jakarta,Eko Hendro Purnomo mendatangi Bareskrim Polri,Jakarta,pada 16 Desember 2016. Foto oleh Rivan Awal Lingga / Antara

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah(DPW)Partai Amanat Nasional(PAN)DKI Jakarta,Eko Hendro Purnomo mendatangi Bareskrim Polri,Jakarta,pada 16 Desember 2016. Foto oleh Rivan Awal Lingga / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo membantah bahwa dirinya pernah menyebut bahwa penangkapan terduga teroris merupakan rekayasa dari pihak kepolisian。

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum politisi yang akrab disapa Eko Patrio itu,Firman Nurwahyu,di gedung kantor Badan Reserse Kriminal(Bareskrim)Polri,pada Jumat,16 Desember。

“Jadi klien kami Pak Eko Hendro Purnomo tidak pernah diwawancarai oleh tujuh media online tersebut。 Jadi topik yang dimuat oleh tujuh media online itu adalah suatu wawancara imajiner yang dibuat oleh wartawannya,“kata Firman。

Ia mengatakan,pihaknya memberikan jangka waktu 1x24 jam kepada media-media tersebut untuk melakukan klarifikasi。

“Kami berikan jangka waktu 1x24 jam kepada tujuh media online tersebut untuk melakukan klarifikasi sehubungan dengan pernyataan klien kami,bahwa klien kami tidak pernah diwawancara secara langsung atau secara khusus baik itu melalui telepon maupun wawancara tatap muka,”kata Firman。

Eko mengatakan bahwa kekeliruan ini merupakan fitnah terhadap dirinya dan melukai hati bukan hanya dirinya,tapi juga kepolisian yang telah bekerja keras menangkap terduga teroris。

“杨merasa dirugikan akhirnya bukan saya secara pribadi,tetapi juga instansi kepolisian,dan juga tentunya partai kami。 Ini bagian dari fitnah dzalim,“kata politisi Partai Amanat Nasional(PAN)itu。

Sebelumnya,pada Senin,12 Desember,Eko dilaporkan mengatakan bahwa tertangkapnya terduga teroris di Bekasi adalah pengalihan isu dari kasus dugaan penistaan​​ agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama。

“Kalau dilihat pola kemunculan bom dan diarahkan ke Istana,sangat diduga bagian pengalihan isu kasus Ahok。 Sebelum ada aksi super damai 212,ada upaya untuk untuk menggagalkan deanan peristiwa bom samarinda,isu makar,dan sebagainya,“kata Eko itu seperti 。 -Rappler.com