新闻是有分量的

Walau memaafkan Dora,Aiptu Sutisna belum cabut laporannya ke polisi

2016年12月17日下午3:29发布
2016年12月17日下午4:37更新

PENGHARGAAN。 Kapolda Metro Jaya,M。Iriawan(kanan)memberikan penghargaan kepada Aiptu Sutisna(kiri)karena telah sabar menghadapi pelanggar lalu lintas。 Sutisna memilih tidak membalas walau sudah diserang dan dicakar oleh pelaku pada Selasa,13 Desember。 Foto diambil dari akun Twitter @TMCPoldaMetro

PENGHARGAAN。 Kapolda Metro Jaya,M。Iriawan(kanan)memberikan penghargaan kepada Aiptu Sutisna(kiri)karena telah sabar menghadapi pelanggar lalu lintas。 Sutisna memilih tidak membalas walau sudah diserang dan dicakar oleh pelaku pada Selasa,13 Desember。 Foto diambil dari akun Twitter @TMCPoldaMetro

雅加达,印度尼西亚 - PNS Mahkamah Agung,Dora Natalia Singarimbun,akhirnya meminta maaf kepada Aiptu Sutisna,polisi lalu lintas yang sudah diserang dan dicakarnya pada Selasa,13 Desember。 Pertemuan kedua pihak itu difasilitasi oleh Polda Metro Jaya dan berlangsung pada Jumat,16 Desember。

Wakil Direktur Lantas Polda Metro Jaya(PMJ),Ajun Komisaris Besar Polisi,Indra Jafar mengatakan Dora datang ke PMJ bersama kedua orang tuanya dari Medan,adik dan suami adiknya。 Kendati sudah tiba dari pagi di Direktorat Lalu Lintas PMJ,namun Indra baru bisa menemui pada siang hari。 Hal itu karena ada acara peresmian e-tilang di Daan Mogot,Jakarta Barat。

“Baru jam 2,saya dan Pak Dirlantas bisa menerima,”ujar Indra ketika dikonfirmasi。

Ketika bertemu,polisi bertanya mengenai tujuan kedatangan Dora dan keluarga。 Mereka pun menjelaskan ingin meminta maaf secara langsung kepada Aiptu Sutisna。

“Tujuan mereka adalah meminta maaf sedalam-dalamnya。 Tidak ada maksud ini dan sebagainya。 Pokoknya ada acara sedih-sedihlah,“kata dia。

Maka Aiptu Sutisna pun ikut dipanggil ke kantor Dirlantas PMJ。 Menurut pengakuan Sutisna,dia sudah memaafkan peristiwa penyerangan dan pencakaran yang menimpa dirinya。

“Dari awal Pak Sutisna sudah bilang'saya udah memaafkan'。 Jadi,Beliau dengan besar hati menerima permohonan maaf itu。 Dari faktor dan alasan kemanusiaan kan kenapa tidak,Allah saja maha pemaaf。“ujar Indra。

Sementara,terkait kelanjutan proses hukum,Indra mengatakan hal tersebut merupakan kewenangan penyidik dan keputusan Sutisna sendiri。 Namun,hingga saat ini Sutisna belum mencabut laporannya di Polres雅加达帖木儿。

“Ya,bisa-bisa saja(cabut laporan)。 Tapi,sejauh ini belum,karena kami tidak mengarahkan ke sana,“katanya lagi。

Kabid Humas Polda Metro Jaya,Argo Yuwono,juga menyampaikan sejauh ini Dora masih dijadwalkan untuk dimintai keterangan pada Senin esok。

Cium tangan

Dalam pertemuan itu,Dora dan Sutisna sempat mengobrol dan bersalaman。 Bahkan,Dora sempat menangis dan mencium tangan Sutisna。

“Iya betul(cium tangan dan menangis)。 Ibu Dora dari awal tidak bisa bicara karena memang terasa penyesalan dan pribadi Pak Sutisna memang seperti itu kan。 Dari awal sampai akhir gitu terus enggak ada perlawanan sama sekali,“tutur Indra。

Sementara,terkait kesepakatan keduanya untuk berdamai yang dituangkan di dalam sebuah surat,Indra juga tidak membantahnya。 Surat kesepakatan ini sudah beredar luas di media sosial。

MINTA MAAF。 Surat pernyataan maaf yang ditanda tangani oleh Dora dan Aiptu Sutisna atas kejadian pada hari Selasa kemarin。 Walau sudah memaafkan,namun Sutisna belum mencabut laporannya ke polisi。 Foto:istimewa

MINTA MAAF。 Surat pernyataan maaf yang ditanda tangani oleh Dora dan Aiptu Sutisna atas kejadian pada hari Selasa kemarin。 Walau sudah memaafkan,namun Sutisna belum mencabut laporannya ke polisi。 Foto:istimewa

Indra mengatakan publik bisa mengambil hikmah dari peristiwa yang dialami oleh Dora dan Sutisna。

“Walaupun capek,(personil polantas)tetap harus sabar。 Dan untuk pelaku,jangan sampai terulang lagi,juga untuk masyarakat yang lain。 Apalagi polisi berdiri(bertugas)di jalan itu dilindungi oleh Undang-Undang,“katanya。

Dia juga mengingatkan jika memiliki permasalahan,jangan dilampiaskan ke polisi。 Indra mengatakan demikian,karena dalam video yang sudah tersebar luas ke media sosial,Dora terlihat memaki Sutisna di Jalan Jatinegara Barat tanpa sebab。 Keberadaan Sutisna yang tengah bertugas sempat disebut Dora sebagai biang kemacetan jalan di area itu。

Atas kesabarannya dalam menghadapi peristiwa itu,Sutisna diberikan piagam penghargaan oleh Kapolda Metro Jaya,M。Iriawan。 Permasalahan ini menjadi konsumsi publik,ketika rekaman perilaku Dora yang menyerang dan mencakar Sutisna diunggah ke media sosial。

Dari sana pula terungkap bahwa Dora merupakan PNS yang bekerja di Mahkamah Agung。 Institusi tempat Dora bekerja mengaku masih melakukan pemeriksaan jika ada etika sebagai aparatur sipil yang dilanggar。 - Rappler.com