新闻是有分量的

Polda Jabar kerahkan 25 ribu personil untuk amankan perayaan Natal dan Tahun Baru

2016年12月17日下午7:57发布
2016年12月17日下午7:58更新

PENGAMANAN。 Anggota Gegana Brimob Polda Jabar berusaha mengamankan kotak hitam yang diduga berisi bom pada simulasi penanganan ancaman dan sistem pengamanan huru hara di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi(GITET)PLN Tamansari,Kota Tasikmalaya,Jawa Barat,Sabtu,11月19日。 Foto oleh Adeng Bustomi / ANTARA

PENGAMANAN。 Anggota Gegana Brimob Polda Jabar berusaha mengamankan kotak hitam yang diduga berisi bom pada simulasi penanganan ancaman dan sistem pengamanan huru hara di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi(GITET)PLN Tamansari,Kota Tasikmalaya,Jawa Barat,Sabtu,11月19日。 Foto oleh Adeng Bustomi / ANTARA

BANDUNG,印度尼西亚 - Polda Jawa Barat mengaku siap mengamankan perayaan Natal dan momen pergantian Tahun Baru 2017 dengan melakukan Operasi Lilin Lodaya yang dimulai 23 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017.All ada sekitar 25 ribu personil gabungan yang akan diturunkan yang terdiri dari 15 ribu personil Polri dan 10 ribu personil dari unsur TNI serta instansi terkait。

Beberapa titik yang akan diamankan antara lain di tempat ibadah,tempat hiburan dan destinasi wisata。

“Penguatan akan kami intensifkan karena menyangkut masalah teoris dan toleransi keagamaan。 Kami akan siapkan pengamanan termasuk di gereja-gereja,“ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar,Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi Rappler pada Jumat,16 Desember。

Selain tempat-tempat tadi,personil keamanan juga diterjunkan di lokasi lain yang kerap jadi sasaran teroris seperti markas kepolisian dan instansi pemerintahan。

“内部polri sendiri(diinstruksikan)untuk lebih siap siaga。 Jangan-jangan memang targetnya aparat pemerintah dan keamanan oleh teroris ini,“ujar Yusri。

Namun,upaya pengamanan itu juga membutuhkan kerja sama dari masyarakat。 Caranya dengan ikut terlibat memberantas tindak terorisme。

“Kami butuh partisipasi masyarakat untuk melaporkan,menginformasikan setiap kali mengetahui dan mendengar ada hal-hal yang mencurigakan mengenai teroris,”kata Yusri。

Dengan demikian maka rencana teroris yang sempat transit di Bintara bisa dicegah。

Bentuk TPF kebaktian Sabuga

Selain itu,Polda Jabar juga membentuk tim pencari fakta kasus pembubaran kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani(KKR)di Sasana Budaya Ganesha(Sabuga),Bandung pada tanggal 6 Desember lalu。 TPF itu bertugas untuk menyelidiki mengenai dugaan tindak pidana pada kasus tersebut。

“Jadi tim Reskrim Polda Jabar sedang membentuk tim pencari fakta,apakah ada tindak pidana yang dilakukan ormas Pembela Ahlu Sunnah(PAS),”ujar Yusri。

Penyelidikan akan mengarah pada pasal 175 KUHP yang berbunyi:“barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan,atau upcara keagamaan yang diizinkan atau upacara penguburan jenazah,diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan”。 Tim dari Polda Jabar kini sedang memeriksa barang bukti berupa video untuk menentukan siapa saja yang akan diperiksa。

“Sedang mengumpulkan orang-orangnya(yang akan diperiksa)。 Kan ini harus melihat rekaman视频,“tutur dia。

Kasusnya sendiri,menurut Yusri sudah selesai,karena KKR akan diulang di tempat yang sama pada tanggal 23 Desember mendatang。

“Sudah selesai, enggak ada masalah kok。 Tinggal diulang lagi kegiatannya,“kata Yusri。 - Rappler.com