新闻是有分量的

Pesawat Hercules TNI AU jatuh menabrak gunung di Wamena

发布于2016年12月18日上午8点24分
2016年12月18日上午10:55更新

Buntut pesawat Hercules milik TNI AU C-130 HS,A-1334 rute Timika-Wamena yang jatuh di Wamena,Papua,pada 18 Desember 2016. Foto istimewa

Buntut pesawat Hercules milik TNI AU C-130 HS,A-1334 rute Timika-Wamena yang jatuh di Wamena,Papua,pada 18 Desember 2016. Foto istimewa

雅加达,印度尼西亚(更新) - Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara yang sempat dilaporkan hilang kontak,ditemukan jatuh setelah menabrak Gunung Pugima di Kampung Minimo,Distrik Maima,Kabupaten Jayawijaya,Papua,pada Minggu pagi,18 Desember。

Seluruh penumpang pesawat dikabarkan tewas。

Juru Bicara Polda Papua AKBP Ahmad Mustopa Kamal mengatakan pesawat menabrak gunung di Kabupaten Jayawijaya。

“Lokasi sudah ditemukan di Distrik Maima。 Tim sudah di lokasi dan sedang proses evakuasi para kru pesawat ke jalan raya,“kata Kamal kepada Rappler。

Ia menambahkan bahwa seluruh awak pesawat dipastikan tewas。 “12 kru dan satu pilot sesuai laporan awal,semua tewas,”ujarnya。

Dalam konferensi pers di Jakarta,Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja mengucapkan belasungkawa atas gugurnya anggota TNI AU yang sedang bertugas。

“Pertama-tama,kami mengucapkan belasungkawa atas gugurnya anggota TNI AU yang sedang bertugas.Kita mengharapkan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan menjalani cobaan ini,”kata Hadiyan。

“Mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas musibah ini yang tidak kita kehendaki.Kita doakan arwah para prajurit diterima di sisi Allah,Tuhan Yang Maha Esa,”ujarnya。

Menurut Hadiyan,kecelakaan pesawat Hercules dengan nomor registrasi A-1334 terjadi di sekitar bandara Wamena,Papua。 Ia mengatakan,pesawat ini sedang dalam misi latihan peningkatan penerbang,dari yang jadinya副驾驶menjadi kapten。

“Misi di Papua ini merupakan tes,uji coba,agar nantinya para penerbang ini mampu mengoperasikan pesawat di mana saja pangkalan yang ada,”kata Hadiyan。

Kronologi

Pesawat berangkat dari Timika menuju Wamena sekitar pukul 05:35 WIT dan dijadwalkan tiba pada 06:13 WIT,namun gagal karena mengalami kecelakaan。

Pukul 06:02 WIT,pesawat ini sudah kontak menara Wamena untuk melakukan landasan di landasan pacu。

Pada 06:08 WIT, melaporkan secara visual bahwa pesawat terlihat di udara,namun pada 06:09 WIT pesawat hilang kontak。

Daftar penumpang

Pesawat ini diawaki oleh 12 orang,dan ada satu penumpang dinas terusan atas nama Kapten Rino dari satuan radar di Tanjung Warari,Biak。 总计13 orang。

Berikut daftar awak pesawat:

  1. 市长Marlon A Kawer(Instruktur penerbangan)
  2. Kapten J Hotlan F Saragih(Penerbang BR)
  3. Lettu Hanggo Fitradhi(Penerbang II)
  4. Lettu Arif Fajar Prayogi(Navigator I)
  5. Lettu Lukman Hakim(Juru radio udara)
  6. Peltu Suyata(Juru mesin udara I)
  7. Peltu Khusen(Juru mesin udara II)
  8. Serma Khudori(Juru mesin udara II)
  9. Peltu Agung Tri W(装载大师I)
  10. Pelda Agung S(装载大师II)
  11. Serma Fatoni(装载大师II)
  12. Serda Suyanto(额外的工作人员)
  13. Kapten Rino(Penumpang dinas dari satuan雷达242迪比亚克)

5 faktor yang harus dianalisa

Hadiyan mengatakan,pesawat ini layak terbang dan masih tersisa 69 jam terbang lagi。 “Perkiraan awal ini kecelakaan ini terjadi karena cuaca,namun ini jangan jadi patokan,”ujarnya。

Menurutnya,ada 5 faktor yang harus dianalisa dalam sebuah kecelakaan pesawat,yaitu faktor manusia,material,media,misi,dan manajemen。

“Semua ini harus melalui analisa sebelum bisa disimpulkan。Sekarang tim investigasi sedang mulai bekerja,”kata Hadiyan。

Pesawat diketahui tengah mengangkut sembako dan semen seberat 12吨。 -Rappler.com