新闻是有分量的

Jenazah Brigadir Mustofa,korban jatuhnya pesawat Polri,dimakamkan di Semarang

发布于2016年12月18日下午2:01
2016年12月18日下午2:01更新

Ibunda korban menunjukkan照片Brigadir Mustofa bersama istri dan anaknya di rumahnya di Semarang,Jawa Tengah,pada 17 Desember 2016. Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Ibunda korban menunjukkan照片Brigadir Mustofa bersama istri dan anaknya di rumahnya di Semarang,Jawa Tengah,pada 17 Desember 2016. Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Jenazah Brigadir Mustofa Zahroni,seorang anggota satuan 40 Delta Polisi Udara yang meninggal dunia saat pesawat M-28 Skytruck milik Polri jatuh di perairan Kabupaten Lingga,Kepulauan Riau pada 3 Desember lalu,akhirnya dipulangkan ke Semarang,Jawa Tengah。

Peristiwa tragis yang memakan korban belasan perwira polisi udara itu terjadi pada 3 Desember saat terbang dari Pondok Cabe,Jakarta,menuju Pangkal Pinang,Kepulauan Riau,untuk melakukan pergantian kru。

Selain Brigadir Mustofa,masih ada 10 korban tewas lainnya yang juga dipulangkan ke daerah masing-masing,pada Sabtu,17 Desember。 Pemulangan itu dilakukan setelah hasil otopsi terhadap 11 jenazah rampung。

Jenazah Brigadir Mustofa sendiri dibawa pulang dari Pondok Cabe dengan menempuh perjalanan darat menggunakan mobil jenazah ke Semarang。

Salipah,ibunda korban,mengaku syok saat mendapati anaknya meninggal dalam kecelakaan pesawat di Kepri。 Padahal,tiga bulan lalu ia habis bertemu anaknya di Jakarta untuk membicarakan beberapa hal。

“Ketemu di Jakarta dia menanyakan kabar saya,lalu sempat pamitan sehari sebelum kecelakaan,bilangnya mau terbang ke Riau,sampai dapat kabar kalau dia kecelakaan dan meninggal dunia,”kata Salipah kepada Rappler dengan suara lirih。

“Saya sempat sulit tidur dan mimpi kalau rumah didatangi banyak orang,dari kejauhan saya lihat dia tiba-tiba menghilang.Mungkin itu firasat saya sebelum pesawatnya jatuh,”ucapnya。

Batal rayakan ulang tahun

Almarhum,kata sang ibunda,meninggalkan seorang istri bernama Jamila yang jadi Polwan di Jakarta serta anak semata wayangnya yang baru berusia 2,5 tahun,Faizah Azahra Rahmadani。

Dengan kejadian ini,pihak keluarga memastikan pesta ulang tahun yang sedianya diadakan oleh almarhum di Semarang,dibatalkan。

“Maunya tanggal 10 Desember kemarin tapi karena meninggal jadi ya dibatalkan,”kata Yuhdy Akhmad,kakak kandung almarhum。

Almarhum merupakan sosok yang cerdas dan tangguh semasa hidupnya termasuk saat berulang kali mendaftar masuk sekolah polisi pada 2008 silam。 Pun demikian saat menempuh pendidikan di Penerbad,sang kakak bahkan mengaku sangat terkesan dengan sikap almarhum yang berkemauan keras。

“Sampai pernah jadi kuli bangunan saat sekolah di Purwokerto.Tapi dia'ndak pernah ngeluh dan tidak pernah cerita.Saya terenyuh kalau ingat hal itu,”katanya。

Personel Polri membawa foto dan dua peti berisi jenazah Brigadir Anumerta Andy Junaedy dan Brigadir Anumerta Mustofa Zahroni saat prosesi pemakaman di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal,Semarang,Jawa Tengah,pada 18 Desember 2016. Foto oleh R. Rekotomo / Antara

Personel Polri membawa foto dan dua peti berisi jenazah Brigadir Anumerta Andy Junaedy dan Brigadir Anumerta Mustofa Zahroni saat prosesi pemakaman di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal,Semarang,Jawa Tengah,pada 18 Desember 2016. Foto oleh R. Rekotomo / Antara

Kemampuan ekonomi keluarga almarhum memang pas-pasan。 Sejak ayahnya meninggal,sang ibu lah yang banting tulang membiayai sekolah almarhum dan kakaknya。 Hingga kini,Salipah masih berjualan nasi di sebuah warung yang menyatu dengan rumahnya。

Agar kejadian memilukan ini tak terulang kembali,Yuhdy berharap pemerintah segera meremajakan alutsista dan membenahi manajemen angkatan udara di lingkungan TNI。

“Karena kejadian ini membuat saya trauma sekali,saya kehilangan dua sosok militer di keluarga,”ujarnya。

Dimakamkan di TMP Giri Tunggal

Seluruh anggota keluarga Brigadir Mustofa sedang berkumpul untuk mendoakan jenazah almarhum pada Sabtu sore itu。 Banyak tetangganya yang telah berdatangan ke rumah duka。

Sutadi,tetangga korban,mengaku sangat kehilangan dengan sosok almarhum。 Ingatannya masih membekas saat mengasuh almarhum sejak kecil。

Baginya,almarhum punya bakat di bidang olahraga dan pintar dalam mencerna pelajaran di sekolahnya。

“Makanya,saya merasa kehilangan dia karena orangnya sangat baik dan disiplin.Sewaktu sekolah,dia juga cerdas dan gemar berolahraga,”kata Sutadi。

Punya latar belakang keluarga militer,almarhum juga disiplin semasa hidupnya。 Sosoknya tidak neko-neko。

Almarhum dimakamkan di Taman Makam Giri Tunggal Semarang pada Minggu pagi,18 Desember,pukul 09:00 WIB。 -Rappler.com