新闻是有分量的

Tiga kota paling intoleran di Indonesia

发布时间:2017年11月16日上午9:53
更新时间:2017年11月16日上午9:53

印度尼西亚雅加达 - Selain kasus-kasus korupsi,kesenjangan sosial,serta belum tegaknya hukum,persoalan gawat lain yang masih harus dihadapi bangsa ini adalah intoleransi。

Wajah intoleransi bisa dilihat dari masih eksisnya kelompok yang kerap memonopoli kebenaran,memaksakan kehendak,mendiskriminasi minoritas,dan bahkan mempersulit pendirian tempat ibadah。

Di Depok,misalnya,jamaah Ahmadiyah harus menyaksikan masjid mereka disegel。 Sementara di Sampang,Madura,ratusan warga Syiah diusir dari kampung halaman mereka。

Sampai saat ini,setelah bertahun-bertahun,mereka masih mengungsi di Sidoarjo。 Rencana pemerintah setempat untuk memulangkan mereka sampai saat ini masih berupa rencana。 Rekonsiliasi杨digaungkan pemerintah pusat双关语hanya pepesan kosong。

Ketidaktegasan pemerintah dan sikap masyarakat杨masih alergi terhadap perbedaan bisa jadi pemicu utama intoleransi。 Padahal negeri ini punya semboyan Bhinneka Tunggal Ika。

Lebih ironis lagi,sikap intoleransi tak hanya tumbuh di satu daerah,tapi juga di daerah-daerah lain。 Bahkan Jakarta sebagai jantung Indonesia pun tak luput dari cengkeraman kaum intoleran。

Lembaga surveyi Populi Center pernah merilis data yang menunjukkan jika 71 persen warga Jakarta menilai intoleransi di kota mereka sudah dalam 。

Nah,untuk memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada hari ini,berikut kami sajikan tiga kota intoleran menurut Setara Institute:

茂物

Bogor pernah didaulat menjadi kota paling intoleran di Indonesia。 'Gelar'tersebut disematkan oleh Setara Institute pada 2015年11月。

Beberapa indikasi intoleransi di kota hujan tersebut antara lain larangan beribadah di Gereja Yasmin dan larangan perayaan asyuro bagi warga Syiah oleh Walikota Bogor。

Bahkan,Setara Institute pada awal November tahun ini juga menyebutkan jika Bogor telah menjadi 。

Lebih mengejutkan lagi,menurut Setara Institute, sebanyak 46 persen warga Kota Bogor setuju terhadap gagasan khilafah。

勿加泗

Selain Bogor,kota intoleran lainnya adalah Bekasi。 Setara Institute menempatkan Bekasi bersama Bogor sebagai kota paling intoleran。 Bukan tanpa alasan,tentu saja。

Masih adanya esekan antara umat mayoritas dan minoritas di kota tersebut adalah salah satu alasannya。 Selain itu penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah juga menjadi alasan lain。

Pada 7 Maret 2016,misalnya,lebih dari 1.000 orang dari beberapa organisasi Islam berunjuk rasa menolak pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara。

Kasus lain adalah gagalnya Gereja Katolik St Stanislaus Kostka Kranggan,Kota Bekasi,mendapatkan IMB setelah izin mendirikan bangunan mereka dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung。

雅加达

Sebagai ibukota,Jakarta dihuni warga yang datang dari beragam daerah。 Hampir semua suku hidup di kota ini。 Seharusnya hal ini membuat warga雅加达melek akan keberagaman。 Namun survei yang dilakukan Setara Institute justru menunjukkan sebaliknya。

雅加达,menurut survei yang dilakukan pada 2016年,masuk dalam 10 kota intoleran di Indonesia。 Setara Institute mencatat setidaknya ada 。

“Ini cukup mengejutkan mengingat Jakarta tidak pernah masuk lima besar kota dengan tingkat intoleransi di Indonesia selama beberapa tahun terakhir,”kata Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor。

Aksi massa pada 11月4日dan 2 Desember tahun lalu yang dimotori organisasi massa Islam yang menuntut proses hukum terhadap Gubernur non-aktif Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama mencerminkan tingginya intoleransi di ibukota。

-Rappler.com