新闻是有分量的

Ini ancaman Kapolri untuk pelaku席卷

发布于2016年12月20日下午5:53
更新时间2016年12月20日下午5:53

apolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta,Senin(5/12)。 Foto oleh AGR / Izaak / kye / ANTARA

apolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta,Senin(5/12)。 Foto oleh AGR / Izaak / kye / ANTARA

雅加达 - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian meminta anak buahnya untuk menindak tegas organisasi masa atau pelaku yang terlibat aksi sweeping,

“Saya minta seluruh Kapolres,Kapolda,bubarkan mereka,”kata Tito di Mabes Polri,Kebayoran Baru,Jakarta Selatan,Selasa 20 Desember 2016。

Tito mengatakan segala bentuk aksi席卷atas nama dan dalih apapun,tidak bisa dibenarkan。 Aksi扫地,Tito melanjutkan,merupakan tindakan melawan hukum dan melanggar hukum positif。

Karena itu ia meminta anak buahnya untuk tidak akan ragu memidanakan ormas dan orang di dalamnya。 Menurutnya,pidana bisa dilipatgandakan berdasarkan aspek kejahatan lainnya,seperti adanya korban dalam aksi sweeping yang dilakukan。

“Kalau enggak mau bubar,tangkap.Gogakan pasal 218 KUHP.Barang siapa yang diperintahkan bubar tapi tidak membubarkan diri dapat dipidana.Kalau seandainya dia melawan,ada korban luka dari kami(polisi)itu ancamannya tujuh tahun,”tegas Tito。

Tito juga menghimbau agar semua pihak mematuhi hukum positif yang berlaku di Indonesia。 Ia meminta ormas tak menjadikan fatwa MUI yang melarang penggunaan atribut natal kepada umat muslim sebagai alasan untuk menggelar sweeping。 -Rappler.com