新闻是有分量的

Setelah dua pekan,korban gempa Aceh masih mengungsi

发布于2016年12月21日上午9:35
已更新2016年12月21日上午9:35

Warga dan pengungsi gempa mengambil air bersih yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana dan ormas peduli bencana di halaman masjid Desa Tijien Daboh,Pidie Jaya,Aceh,Minggu(18/12).Foto oleh Irwansyah Putra / ANTARA

Warga dan pengungsi gempa mengambil air bersih yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana dan ormas peduli bencana di halaman masjid Desa Tijien Daboh,Pidie Jaya,Aceh,Minggu(18/12).Foto oleh Irwansyah Putra / ANTARA

PIDIE JAYA,印度尼西亚 - Dua pekan setelah gempa 6,5 SR menggoncang Kabupaten Pidie Jaya,Aceh,masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa。

Reruntuhan puing telah dibersihkan,tahap rehabilitasi dan rekontruksi pun telah dimulai。 Tenda-tenda pengganti gedung-gedung sekolah yang hancur juga telah didirikan。

Namun masih ada warga yang bertahan di tenda-tenda pengungsian karena rumah mereka hancur,ratah dengan tanah。 Sementara warga yang sudah kembali ke rumah juga masih mengandalkan dapur umum untuk mengambil makanan。

Sehingga bisa dibilang,meskipun aktivitas warga dan kegiatan ekonomi sudah mulai berdenyut kembali,namun kehidupan warga di Kabupaten Pidie Jaya,daerah yang terkena dampak gempa paling parah,belum sepenuhnya normal。

Plt Gubernur Aceh Soedarmo mengatakan setelah masa darurat berakhir pada Selasa,20 Desember,kini pihaknya menetapkan masa transisi untuk tiga bulan ke depan。

“Saya putuskan status transisi darurat ini tiga bulan,sejak 21 Desember 2016 hingga 20 Maret 2017,”kata Soedarmo usai rapat bersama Satuan Kerja Pemerintah Aceh(SKPA),Selasa 20 Desember 2016。

Masa transisi tiga bulan ini akan difokuskan untuk pembangunan kembali gedung sekolah,penyedian air bersih dan MCK,penanganan pengungsi yang masih berada di tenda-tenda,serta pembangunan infrastruktur fasilitas umum。

Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB)dalam keterangan resmi kemarin menyebutkan gempa yang menghantam Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu,7 Desember lalu,menyebabkan 104 orang meninggal dunia。

Sebanyak 97 korban tewas tersebut di antaranya berasal dari Pidie Jaya,5 orang di Pidie,dan 2 orang di Bireuen。 Sementara korban luka berat mencapai 267 orang dan 127 orang luka ringan。

Adapun pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian berjumlah 85.256 jiwa di Pidie Jaya。 Mereka tersebar di 134 titik。 Sementara di Bireuen dan Pidie sudah tidak ada lagi pengungsi。 -Rappler.com