新闻是有分量的

Soal fatwa,Komnas HAM'sentil'MUI

2016年12月21日上午10:34发布
更新于2016年12月21日上午10:34

Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat(keempat kiri)bersama jajaran komisioner KomnasHAM serta Panitia Seleksi(Pansel)KomnasHAM bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka,Jakarta,Jumat(9/12)malam.Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat(keempat kiri)bersama jajaran komisioner KomnasHAM serta Panitia Seleksi(Pansel)KomnasHAM bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka,Jakarta,Jumat(9/12)malam.Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia(Komnas HAM)menghimbau Majelis Ulama Indonesia(MUI)untuk tetap menjaga semangat keberagamaan dan kebhinekaan dalam fatwa mereka。

“Menghimbau kepada MUI agar dalam mengeluarkan fatwa dan pandangan keagamaan tetap dalam semangat saling menghormati antar umat beragama,”demikian pernyataan tertulis Komas HAM pada Selasa,20 Desember 2016。

Seperti diberitakan sebelumnya MUI merilis fatwa yang melarang umat Islam menggunakan atribut non-Islam seperti topi Sinterklas ataupun atribut-atribut natal lainnya。

Bermodalkan fatwa ini,sejumlah ormas lantas melakukan sweeping di sejumlah mall di Surabaya。 Aksi清扫juga terjadi di Solo杨menyebabkan beberapa orang terluka。

Komnas HAM menyesalkan aksi-aksi清扫tersebut karena bisa menimbulkan gesekan antar masyarakat dan mengganggu keamanan dan kenyamanan warga。

Komnas HAM juga mendukung tindakan tegas aparat terhadap para pelaku扫地。 “Mendukung sikap Kapolri yang menyatakan akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku,”demikian pernyataan Komnas HAM。 -Rappler.com