新闻是有分量的

Profil tiga terduga teroris yang tewas di Tangerang Selatan

2016年12月21日下午12:34发布
2016年12月21日下午12:34更新

Seorang petugas polisi mengamankan lokasi ditemukannya bom di Kelurahan Babakan,Kecamatan Setu,Tangerang Selatan,Rabu(21/12)。 Foto oleh Ratu Selly / Rappler

Seorang petugas polisi mengamankan lokasi ditemukannya bom di Kelurahan Babakan,Kecamatan Setu,Tangerang Selatan,Rabu(21/12)。 Foto oleh Ratu Selly / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Tiga orang terduga teroris tewas dalam penyergapan yang dilakukan Tim Densus 88 di sebuah rumah kontrakkan di Kelurahan Babakan,Kecamatan Setu,Tangerang Selatan,Rabu pagi,21 Desember 2016。

Ketiga terduga teroris tersebut diketahui bernama Omen,Helmi,dan Irwan。 “Usia mereka 30 tahunan,”kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri,Rabu 21 Desember 2016。

Rikwanto mengatakan ketiga terduga teroris tersebut terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan。 Salah satu dari mereka bahkan melemparkan bom。 “Tapi tidak meledak,”kata Rikwanto。

Setelah ketiganya dilumpuhkan,Tim Densus 88 kemudian masuk ke rumah kontrakkan dan menemukan sebuah bom berukuran cukup besar。 “Buatan tangan,”kata Rikwanto。

Saat ini bom tersebut masih berada di lokasi。 Petugas penjinak bom masih mempertimbangkan apakah bom tersebut akan diledakkan di lokasi atau dibawa ke tempat lain。

Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan dua dari ketiga korban tewas tersebut berasal dari Tasikmalaya。

Keduanya yakni Irwan dan Halmi。 Irwan bekerja di perusahaan空气矿物sementara Helmi sehari-hari berjualan bubur di Tasik。 Keduanya anggota Jamaah Anshar Daulah(JAD)。

Adapun Omen diketahui mantan narapidana kasus pembunuhan。 Ia diduga direkrut oleh narapidana kasus lain yang pernah terlibat dalam kasus bom Kedutaan缅甸。 -Rappler.com

Baca