新闻是有分量的

Presiden Jokowi apresiasi penyergapan terduga teroris

发布时间:2016年12月21日下午3:53
2016年12月21日下午3:53更新

Anggota Brimob Polda Metro Jaya menjaga tempat kejadian perkara(TKP)penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu,Tangerang Selatan,Banten,Rabu(21/12)。 Foto oleh Muhammad iqbal / ANTARA

Anggota Brimob Polda Metro Jaya menjaga tempat kejadian perkara(TKP)penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu,Tangerang Selatan,Banten,Rabu(21/12)。 Foto oleh Muhammad iqbal / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengapresiasi kesigapan Densus 88 yang sukses menyergap kelompok teroris di Tangerang Selatan pada Rabu pagi ini。

“Saya ingin memberikan penghargaan yang tinggi kepada Densus 88,Kapolri,dan seluruh jajaran Polri,”kata Presiden Jokowi di Kantor Kecamatan Entikong,Kalimantan Barat,Rabu 21 Desember 2016。

Seperti diberitakan sebelumnya,penyergapan terhadap terduga teroris terjadi di sebuah rumah kontrakkan di Kelurahan Babakan,Kecamatan Setu,Tangerang Selatan,pada Rabu pagi,sekitar pukul 09.30 wib。

Tiga terduga teroris tewas dalam penyergapan tersebut karena melakukan perlawanan。 Dalam penyergapan ini,Tim Densus berhasil menangkap satu orang dan menemukan tiga bom aktif。

Pada saat hampir bersamaan,Tim Densus 88 juga menyergap dua terduga teroris lain di Payakumbuh dan Deli Serdang。 Sehingga ada tiga penyergapan yang terjadi sepanjang hari ini。

Presiden Jokowi mengatakan penyergapan tersebut merupakan salah satu langkah preventif yang dilakukan Polri untuk mencegah aksi terorisme。 “Sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan bisa dicegah sebelum kejadian,”kata Presiden。

Masyarakat,Presiden Jokowi melanjutkan,selayaknya bersyukur atas aksi sigap yang dilakukan Polri。 Sebab,di negara-negara lain,polisi baru bereaksi setelah aksi teror terjadi。

“Saya kira kita patut bersyukur dan kita berharap masyarakat juga selalu waspada melihat kanan-kiri,kalau ada hal yang perlu dilaporkan segera dilaporkan kepada aparat,”katanya。

Presiden mengatakan印度尼西亚bukan satu-satunya negara yang menjadi目标serangan para teroris。 Negara-negara lain juga mendapatkan ancaman yang sama。 “Oleh sebab itu,kita berharap masyarakat ikut serta membentengi negara ini dari terorisme,dari radikalisme,”kata Presiden Jokowi。-Rappler.com