新闻是有分量的

Korlantas Polri minta supir bus hentikan klakson'telolet'

2016年12月21日晚上8点10分发布
2016年12月21日下午8:10更新

Sejumlah anak mengoperasikan telepon genggam saat menunggu bus yang membunyikan klakson“telolet”melintas di jalur Pantura,Brebes,Jawa Tengah,Rabu(21/12).Foto oleh Oky Lukmansyah / ANTARA

Sejumlah anak mengoperasikan telepon genggam saat menunggu bus yang membunyikan klakson“telolet”melintas di jalur Pantura,Brebes,Jawa Tengah,Rabu(21/12).Foto oleh Oky Lukmansyah / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Demam klakson'om telolet om'mewabah di media sosial。 Bahkan,istilah tersebut mendapat perhatian hingga manca-negara。 Kabid Pembinaan dan Penegakkan Hukum Korlantas Polri Kombes Chrysnanda Dwi Laksana pun akhirnya angkat bicara。

Ia meminta para supir bus berhenti menggunakan klason'telolet'karena mengganggu kenyamanan dan keamanan pengendara lain。 Klakson'telolet'juga dinilai bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu-lintas。

“Pakai klakson boleh tidak?Boleh.Kalau berlebihan boleh enggak?Enggak boleh.Ketika berlalu lintas apakah kita tidak memikirkan orang lain tidak?Memikirkan kan.Artinya apa?Ketika kita berlalu lintas,kita memikirkan orang lain,”kata Chrysnanda saat dihubungi, Rabu 21 Desember 2016。

Chrysnanda mengatakan setiap pengendara harus peka dan perduli pada keselamatan pengendara lain。 Karena dengan menjaga keselamatan pengendara lain berarti juga menjaga keselamatan diri sendiri。

Karena itu ia menghimbau agar masyarakat,terutama kepada pengendara dan pengguna jalan umum,untuk cerdas dalam berperilaku。 “Kita juga harus peduli akan keselamatan diri kita dan orang lain,”kata Chrysnanda。

Wabah'om telolet'om bermula dari keisengan anak-anak di Jepara yang kerap berdiri di pinggir jalan sambil membawa karton bertuliskan'om telolet om'。 Tulisan tersebut ditujukan kepada bus-bus yang kerap melintas di jalan tersebut。 公共汽车巴士antar itu biasanya memiliki klason berbunyi'telolet'。

Para supir bus pun biasanya akan dengan senang hati membunyikan klakson mereka setiap kali melihat anak-anak tersebut。 Kebiasaan anak-anak ini menjadi heboh ketika diunggah ke youtube sehingga menjadi病毒di media sosial。 -Rappler.com