新闻是有分量的

Kapolri:Waspadai terorisme dan konflik keagamaan di akhir tahun

2016年12月22日上午11:08发布
2016年12月22日上午11:12更新

Anggota Brimobda Bali bersiaga menjelang bertugas saat gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2016 di Lapangan Puputan Margarana,Denpasar,Kamis(22/12)。 Foto oleh Nyoman Budhiana / tANTARA

Anggota Brimobda Bali bersiaga menjelang bertugas saat gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2016 di Lapangan Puputan Margarana,Denpasar,Kamis(22/12)。 Foto oleh Nyoman Budhiana / tANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian khusus pada isu terorisme dan konflik agama di penghujung tahun ini。

“Aksi gangguan keamanan dan ketertiban dalam bentuk terorisme,terutama konflik yang berbau keagamaan harus diwaspadai,”kata Tito saat memimpin apel pasukan Operasi Lilin di Monas,Jakarta Pusat,Kamis 22 Desember 2016。

Akhir tahun memang kerap dijadikan momen oleh para teroris untuk melancarkan aksi mereka。 Dalam sepekan terakhir ini,misalnya,terjadi serangan di Turki dan Berlin。 Seorang Duta Besar Rusia tewas di tembak di Turki dan sebuah truk menghantam pasar natal di Berlin,menyebabkan 12 orang tewas。

Otoritas Jerman menduga teroris berada di belakang insiden mengerikan ini。 Sebab,kejadian yang sama pernah terjadi di Nice,Prancis。 印度尼西亚juga tak luput dari bidikan teroris。 Namun aksi mereka berhasil dipatahkan Densus 88。

Mereka menyergap empat orang terduga teroris di Tangerang Selatan,kemarin,Tiga terduga teroris tewas dalam penyergapan ini dan seorang ditangkap。 Di rumah kontrakkan mereka,polisi menemukan lima bom aktif。 Bom-bom tersebut rencananya akan diledakkan pada akhir tahun ini。

Persoalan lain yang biasa muncul pada akhir tahun adalah konflik agama。 Belum lama lalu,Majelis Ulama Indonesia(MUI)merilis fatwa berisi larangan kepada umat Islam untuk menggunakan atribut natal。

Fatwa ini kemudian dijadikan dasar bagi sejumlah organisasi massa untuk melakukan sweeping di pusat-pusat perbelanjaan。 Sebelumnya sekelompok orang dari ormas tertentu juga membubarkan acara Kebaktian Kebangunan Rohani( KKR )di Gedung Sabuga,Bandung。

Aksi ini,jika dibiarkan,sangat mungkin memicu konflik keagamaan。 Karena itu tak berlebihan jika Kapolri Jenderal Tito Karnavian mewanti-wanti isu konflik keagamaan di penghujung tahun ini。 Tapi kami juga akan laksanakan penegakan hukum secara tegas seperti masalah sweeping.Kami laksanakan dengan tegas dan keras,”kata Tito。 -Rappler.com