新闻是有分量的

Dianggap kreatif,Menhub tidak akan larang klakson'telolet'

2016年12月22日下午12:32发布
2016年12月22日下午12:32更新

Sejumlah anak mengoperasikan telepon genggam saat menunggu bus yang membunyikan klakson“telolet”melintas di jalur Pantura,Brebes,Jawa Tengah,Rabu(21/12).Foto oleh Oky Lukmansyah / ANTARA

Sejumlah anak mengoperasikan telepon genggam saat menunggu bus yang membunyikan klakson“telolet”melintas di jalur Pantura,Brebes,Jawa Tengah,Rabu(21/12).Foto oleh Oky Lukmansyah / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dirinya tidak akan melarang klakson'telolet'yang saat ini sedang digandrungi masyarakat。

“Karena itu kreativitas masyarakat yang luar biasa,”kata Menteri Budi Karya di sela-sela Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat“Lilin 2016”di Silang Monas,Kamis 22 Desember 2016。

Wabah'om telolet om'bermula dari keisengan anak-anak di Jepara yang kerap berdiri di pinggir jalan sambil membawa karton bertuliskan'om telolet om'。

Tulisan tersebut ditujukan kepada para supir bus antarkota yang melintas agar mereka membunyikan klakson yang bunyinya'telolet'。

Para supir bus biasanya akan dengan senang hati membunyikan klakson setiap kali melihat anak-anak tersebut。 Kebiasaan anak-anak ini menjadi heboh ketika diunggah ke youtube sehingga menjadi病毒di media sosial。

Meski tidak melarang,namun Menteri Budi meminta anak-anak untuk tidak lagi menunggu bus di pinggir jalan karena bisa membahayakan mereka。

Ia juga meminta para supir bus untuk tidak lagi membunyikan klason'telolet'di jalan。 “Tapi kalau di tempat lain boleh,misalnya di terminal bus,jadi tempatnya harus benar,kalo(bus)pada saat diparkir itu bagus sekali,”kata Menteri Budi。

-Rappler.com