新闻是有分量的

MUI larang atribut非伊斯兰教,siswa非穆斯林Purwakarta bersihkan masjid

2016年12月23日下午2:59发布
2016年12月23日下午2:59更新

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berfoto bersama pelajar di Purwakarta。 Foto dari Twitter / @ DediMulyadi71

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berfoto bersama pelajar di Purwakarta。 Foto dari Twitter / @ DediMulyadi71

雅加达,印度尼西亚 - Ketika Majelis Ulama Indonesia(MUI)merilis fatwa berisi larangan kepada umat muslim untuk mengenakan atribut non-Islam,sejumlah pelajar non muslim di Kabupaten Purwakarta justru membersihkan lingkungan masjid Agung Purwakarta。

“Toleransi dalam rangka penciptaan kerukunan umat beragama di Purwakarta ini benar-benar sudah terjalin,”kata Koordinator kegiatan bersih-bersih Masjid Agung Purwakarta,Rugun Silalahi,Jumat 23 Desember 2016。

Kegiatan ini,kata Rugun yang mengajar di SMAN I Bungursari,diikuti 10 siswa non muslim secara sukarela。 Mereka bergerak atas dasar kesadaran mereka sendiri。 “Tidak ada paksaan apapun,”kata Rugun。

Sebelumnya sejumlah siswa muslim di Purwakarta melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar gereja menjelang perayaan Natal。 “Sejak dini mereka diperkenalkan rasa saling menghormati sebagai bagian dari keberagaman,”Rugun melanjutkan。

Melihat sejumlah siswa non muslim membersihkan Masjid Agung,Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang kebetulan sedang melintas menghentikan mobilnya。 Ia turun dan menyapa para pelajar tersebut serta berbincang dengan para guru yang mengawal。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com