新闻是有分量的

Haul Gus Dur:Menggemakan kembali semangat toleransi

2016年12月23日晚8:49发布
2016年12月23日下午9:06更新

Haul ke-7 Gus Dur di Ciganjur,雅加达Selatan,Jumat(23/12)。 Foto oleh Dwi Agustiar / Rappler

Haul ke-7 Gus Dur di Ciganjur,雅加达Selatan,Jumat(23/12)。 Foto oleh Dwi Agustiar / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Haul atau peringatan wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur digelar di rumah kediaman keluarga Gus Dur di Ciganjur,Jakarta Selatan,pada Jumat,23 Desember 2016.Dihadiri tak kurang dari 7 ribu orang。

Dalam haul kali ini,panitia mengangkat tema'Mengaji Gus Dur,Menebar Damai Menuai Rahmat'。 Tema ini dipilih lantaran maraknya aksi intoleransi dalam beberapa tahun terakhir。

“Meningkatnya kebencian antar sesama muslim maupun terhadap kelompok lain akhir-akhir ini,kami merasa nilai keislaman yang diperjuangan KH Abdurrahman Wahid semakin relevan untuk digemakan kembali,”kata putri Gus Dur,Alissa Wahid,di Ciganjur,Jumat 23 Desember 2016。

Alissa mengatakan aksi intoleransi saat ini sangat mudah ditemui,terutama di media sosial。 Ujaran kebencian seperti makanan sehari-hari。 Situasi ini,kata Allisa,merusak citra islam。 “Terutama bagi Indonesia yang menjadi model keislaman yang damai dan ramah,”katanya。

Gus Dur,Aliisa melanjutkan,selalu memperjuangkan toleransi。 Ia selalu membela kaum lemah,menghormati minoritas,serta selalu menjunjung tinggi hak asasi manusia。 “Di sejumlah daerah kita masih melihat kelompok minoritas ditekan。 Di saat itu orang-orang merindukan Gus Dur,“kata Alissa。

Saat ini ribuan orang sudah berkumpul di Ciganjur。 Sejumlah tokoh yang telah hadir antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin,Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian,Panglima TNI Gatot Nurmantyo,Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama。

Presiden Joko“Jokowi”Widodo juga hadir dalam haul ini。 Kedatangan Presiden Jokowi disambut salawat Badar oleh para santri。 -Rappler.com