新闻是有分量的

Jokowi:Gus Dur pasti menganggap kita seperti anak TK

发布于2016年12月24日上午8:43
更新时间2016年12月24日上午8:57

Haul ke-7 Gus Dur di Ciganjur,雅加达Selata,Jumat(23/12)。 Foto oleh Dwi Agustiar / Rappler

Haul ke-7 Gus Dur di Ciganjur,雅加达Selata,Jumat(23/12)。 Foto oleh Dwi Agustiar / Rappler

印度尼西亚JAKAKARTA - Presiden Joko“Jokowi”Widodo meminta umat Islam berhenti meributkan hal-hal yang tidak perlu dan mulai meneladani KH Abdurrahman Wahid别名Gus Dur。

Pesan Presiden Jokowi ini disampaikan saat dirinya menghadiri haul atau peringatan kematian tahun ke-7 Gus Dur di Ciganjur,Jakarta Selatan,Jumat malam 23 Desember 2016。

“Kalau ini kita teruskan,energi besar kita habis untuk hal yang tidak perlu。 Bisa kita lupa strategi besar negara kita,lupa semuanya karena kita ribut,ribut,dan ribut,“kata Presiden Jokowi。

Mantan Gubernur DKI雅加达ini mengatakan saat ini banyak orang tidak lagi bisa membedakan antara kritik dengan menghina atau antara kritik dengan ujaran kebencian。

“Mana kritik mana menghasut,mana menghujat,mana ujaran kebencian。 Mana kritik mana yang makar gak bisa bedakan kita sekarang ini,“kata Presiden。

Kalau Gus Dur saat ini masih hidup,Presiden Jokowi melanjutkan,dia pasti akan menyebut kita seperti anak taman kanak-kanak(TK)。 “Pasti digitukan oleh Gus Dur。”

Selain itu,Jokowi melanjutkan,Gus Dur juga akan gemas melihat sekelompok orang yang memaksakan kehendak dengan kekerasan。

“Saya percaya Gus Dur pasti gemes,gregetan kalau melihat ada kelompok yang meremehkan konstitusi,mengabaikan kemajemukan,memaksakan kehendak,melakukan kekerasan,dan radikalisme terorisme,”kata Presiden Jokowi。

Karena itu Presiden meminta masyarakat untuk meneladani Gus Dur,seorang ulama yang rendah hati,sederhana,serta selalu merelakan dirinya untuk melayani publik。

“Meneladani kesederhanaan,kesukarelaan beliau dalam melayani masyarakat,dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sampai akhir hayat,”kata Presiden Jokowi。

Pesiden Jokowi sendiri mengingat Gus Dur sebagai seorang yang selalu optimistis,tidak takutan,dan tidak gumunan。 Setiap kali ia harus mengambil keputusan sulit,kata Jokowi,“ Saya selalu teringat kata beliau,'Gitu aja kok repot',”。

Ucapan'Gitu aja kok repot',kata Jokowi melanjutkan,merupakan kaidah fikih agar kita memepermudah segala sesuatu,bukan justru mempersulit。 “Sekarang ini yang mudah dipersulit.Harusnya yang sulit dipermudah.Jangan dibolak balik,”kata Presiden。

Haul ke-7 ini antara lain dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin,Panglima TNI Gatot Nurmantyo,Kapolri Jenderal Tito Karnavian,Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama serta sejumlah tokoh politik,budayawan,dan tokoh-tokoh lintas agama。 -Rappler.com