新闻是有分量的

Kenapa LGBT sulit diterima masyarakat?

2016年12月24日上午11:58发布
2016年12月24日下午12点07分点击

Diskusi tentang LGBT di Spiegel Bistro,Semarang,Senin(19/12)。 Foto olehFariz Fardianto / Rappler

Diskusi tentang LGBT di Spiegel Bistro,Semarang,Senin(19/12)。 Foto olehFariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Keberadaan kaum Gay,Homoseksual,dan Transgender(LGBT)kerap dianggap sebagai penyakit oleh masyarakat。 Karena itu mereka seringkali mendapatkan perlakuan diskriminasi dan bahkan pelecehan。

Hal ini setidaknya dialami oleh Oriel Calosa,seorang aktivis Rumah Pelangi。 Ia menceritakan kisah hidupnya selama 15 tahun terakhir menjadi gay dalam sebuah diskusi di Spiegel Bistro,Semarang,awal pekan ini。

Oriel mengaku sempat mencoba bunuh diri hingga tiga kali karena tak kuat menghadapi tekanan dari teman-teman dan lingkungannya。 Untungnya,ibunya cukup bisa menerima keberadaannya。

“Sempat dijodohkan dengan wanita tapi berulang kali gagal,karena memang saya tidak bisa menolak hasrat yang membuat saya lebih menyukai lelaki,”kata Oriel Carlosa。

Selain Oriel,diskusi ini juga dihadiri sejumlah aktivis dan mahasiswa dari kampus-kampus di Kota Semarang。 Angelina Jenny,mahasiswi Lingkungan Perkotaan dari Unika Soegijapranata,salah satunya。

Angelina mengaku tak risih ketika bersinggungan dengan para gay。 Sebab,menurutnya,tak ada yang salah pada同性恋selama mereka mampu menunjukkan perilaku yang baik。

“Bahkan,Paus(Paus Fransiscus)menyatakan jika gay bisa berbuat baik,maka dia dapat hidup rukun di tengah masyarakat,”kata Jenny,sapaan akrabnya。

Jenny menilai perlakuan buruk masyarakat kepada kaum LBGT karena masyarakat tidak mau menerima perbedaan。“Terus-menerus melakukan diskriminasi,”kata Jenny。

Sementara Khairul Anwar dari komunitas ELsa三宝垄meminta umat Islam untuk bisa menerima keberadaan kaum LGBT。 Sebab,menurutnya,yang dikecam Nabi Muhammad bukan perilaku LGBT,melainkan tindakan penipuan yang dilakukan oknum yang jadi waria palsu。 “Yang jadi waria cuma buat kedok untuk kepentingan ekonomi itulah yang dikecam oleh Nabi,”kata Khairul。

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro,Hastaning Putri,mengatakan perilaku homoseksual dan sejenisnya bisa menular karena disebabkan oleh hormon nerofon。 “Contohnya,kalau wanita menstruasi biasanya normal,tiba-tiba jadi mundur beberapa hari setelah menjalin hubungan sangat dekat dengan teman wanitanya,”paparnya。 -Rappler.com