新闻是有分量的

Pemerintah beri remisi Natal kepada 6.700 narapidana

发布于2016年12月25日下午2点10分
2016年12月25日下午2:10更新

Warga binaan beragama Nasrani berjalan di depan gereja Lapas di Kendari,Sulawesi Tenggara,pada 24 Desember 2016. Foto oleh Jojon / Antara

Warga binaan beragama Nasrani berjalan di depan gereja Lapas di Kendari,Sulawesi Tenggara,pada 24 Desember 2016. Foto oleh Jojon / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia(Kemenkumham)memberikan remisi khusus kepada 6.707 narapidana pemeluk agama Kristen bertepatan dengan Hari Raya Natal yang jatuh pada hari ini,Minggu,25 Desember。

Menkumham Yasonna Laoly mengatakan,remisi pada Hari Raya Natal jangan hanya dianggap sebagai pengurangan masa tahanan,tapi juga dipandang sebagai perenungan diri mengingat kesalahan yang telah dibuat。

“Selama menjalani pidana jangan diasumsikan sebagai suatu derita semata,melainkan sikap retrospeksi dan instrospeksi diri untuk kembali ke jalan keimanan dan kebenaran,”kata Yasonna sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh para Kepala Lembaga Pemasyarakatan(Lapas)dan Kepala Rumah Tahanan(Rutan)di berbagai penjuru di Tanah Air。

Dari jumlah tersebut,6.628 orang mendapat remisi khusus sebagian,atau RK I,sedangkan yang mendapat remisi khusus langsung bebas,atau RK II,sebanyak 79 orang。

Pemberian pengurangan masa hukuman tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para penghuni yang berkelakuan baik。

Narapidana yang mendapatkan remisi khusus adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif,sesuai ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku,di antaranya telah berstatus sebagai narapidana minimal 6 bulan pidana penjara,tidak melakukan pelanggaran selama menjalani pidana,serta aktif mengikuti program dan kegiatan pembinaan di lapas /鲁坦。

Berdasarkan数据smslap.ditjenpas.go.id每21月2016年,jumlah warga binaan yang menghuni lapas dan rutan di seluruh印度尼西亚mencapai 203.808 orang,terdiri dari tahanan 65.390 orang dan narapidana 138.418 orang。 Sementara kapasitasnya hanya 118.952 orang。 -Rappler.com