新闻是有分量的

Banjir bandang di Bima,anak-anak darurat seragam sekolah

发布于2016年12月26日上午8:19
更新时间2016年12月26日上午8:19

Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasca banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga,Kota Bima,NTB,Sabtu(24/12)。 Foto oleh Ahmad Subaidi / ANTARA

Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasca banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga,Kota Bima,NTB,Sabtu(24/12)。 Foto oleh Ahmad Subaidi / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak(LPA)Nusa Tenggara Barat Joko Jumadi mengatakan saat ini anak-anak korban banjir bandang di Kota Bima sangat membutuhkan bantuan seragam dan keperluan sekolah。

“Bantuan yang masuk jenisnya banyak bahan makanan.Seragam dan peralatan sekolah boleh dibilang belum ada,”katanya di Kota Bima,Minggu,25 Desember 2016。

Banjir bandang menerjang Kota Bima dan Kecamatan Wawo,Kabupaten Bima,di Pulau Sumbawa,Nusa Tenggara Barat,pada Rabu 21 Desember 2016.Dua hari kemudian banjir bandang kembali menerjang daerah tersebut。

Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB menghitung setidaknya 105.758 penduduk di Kota Bima terkena dampak banjir bandang tersebut。 Rumah mereka terendam dan beberapa perabotan rumah tangga hanyut。

Joko Jumadi mengatakan banyak seragam dan alat sekolah ikut hanyut bersama perabotan tersebut。 Akibatnya anak-anak di Kota Bima dan Kabupaten Bima tak lagi memiliki seragam dan peralatan untuk sekolah。

Sementara bantuan untuk anak yang selama ini datang lebih banyak berupa susu,pampers dan bubur。 Bantuan seragam sekolah dan peralatan sangat minim。 “Ini harus menjadi perhatian kita semua,baik para donatur maupun pemerintah,”kata Joko。

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan(LPMP)NTB Muhammad Irfan mengatakan saat ini pihaknya masih mendata berapa banyak gedung sekolah yang mengalami kerusakan beserta tingkat kerusakannya。

Menurutnya tingkat kerusakan berbeda antara satu gedung sekolah dengan gedung sekolah lain。 Ada gedung yang hanya terendam,ada yang bangunannya rusak,serta ada pula yang sarana pendukung elektronik untuk sekolah rusak。

我是一个正常的人。 “Sebab ujian nasional tinggal beberapa bulan lagi,”kata Muhammad Irfan。

-dengan laporan ANTARA / Rappler.com