新闻是有分量的

Banjir bandang rusak ratusan ton beras dan gula di Bima

发布于2016年12月26日上午8:35
更新时间2016年12月26日上午8:35

Sejumlah warga berada dekat jembatan yang ambruk diterjang banjir di Kelurahan Kodo,Kecamatan Rasana'e Timur,Kota Bima,NTB,Kamis(22/12)。 Foto oleh Didin / AS / foc / ANTARA

Sejumlah warga berada dekat jembatan yang ambruk diterjang banjir di Kelurahan Kodo,Kecamatan Rasana'e Timur,Kota Bima,NTB,Kamis(22/12)。 Foto oleh Didin / AS / foc / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Banjir bandang yang menerjang Kota Bima dan Kabupaten Bima pada Rabu dan Jumat pekan lalu tak hanya menghancurkan rumah-rumah penduduk,tapi juga mencairkan puluhan ton gula pasir di gudang penyimpanan milik Badan Urusan Logistik(Bulog)。

Humas Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Barat Syawaludin Susanto mengatakan jumlah gula yang terendam banjir di gudang Bulog tidak kurang dari 20 ton。 “Bisa dilihat sendiri gulanya sudah mencair karena terendam air selama berhari-hari,”kata Syawaludin。

Seperti diberitakan sebelumnya,banjir bandang menerjang Kota Bima dan Kecamatan Wawo,Kabupaten Bima,di Pulau Sumbawa,Nusa Tenggara Barat,pada Rabu 21 Desember 2016。

Dua hari kemudian banjir bandang kembali menerjang daerah tersebut。 Banjir ini membuat tembok pagar sepanjang 10米dan gerbang kantor gudang Bulot roboh。 Banjir juga menyebabkan tembok gudang penyimpanan beras jebol sepanjang enam meter。

Akibatnya tak hanya 20 ton gula yang mencair,tapi ratusan ton beras yang tersimpan di tiga gudang penyimpanan Jatiwangi,Kota Bima,ikut rusak。 Kerusakan ini,menurut Syawaludin,telah dilaporkan ke Bulog Pusat untuk segera ditindaklanjuti。

“Sesuai standar operasional prosedur,beras yang sudah terendam banjir dimusnahkan。 Kalau gula pasir yang rusak hanya dilaporkan saja karena barangnya sudah mencair,“ujar Syawaludin。- dengan laporan ANTARA / Rappler.com