新闻是有分量的

Benarkah Waduk Jatiluhur jadi目标serangan teroris?

发布于2016年12月26日上午9:20
更新时间:2016年12月26日上午9:20

Personel Brimob Polda Sumut melakukan penjagaan saat berlangsung pemeriksaan seorang terduga teroris di Makobrimob Polda Sumut di Medan,Sumatra Utara,Rabu(21/12)。 Foto oleh Septianda Perdana / ANTARA

Personel Brimob Polda Sumut melakukan penjagaan saat berlangsung pemeriksaan seorang terduga teroris di Makobrimob Polda Sumut di Medan,Sumatra Utara,Rabu(21/12)。 Foto oleh Septianda Perdana / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Tim Detasemen Khusus 88(Densus 88)berhasil melumpuhkan empat teroris dalam penyergapan yang berlangsung di Waduk Jatiluhur,Purwakarta,Minggu 25 2016年12月。

Dalam penyergapan tersebut,Tim Densus 88 berhasil menangkap dua terduga teroris,yakni Ivan dan Rizal,di darat。 Sementara dua terduga teroris lain,yakni Abu Fais dan Abu Sofi,tewas setelah melalukan perlawanan di keramba apung di tengah Waduk Jatiluhur。

Keberadaan Abu Fais dan Abu Sofi di keranda apung di tengah Waduk Jatiluhur ini menjadi tanda-tanya besar bagi Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan。

“Yang jadi pertanyaan,kenapa(tempat persembunyiannya)harus di rumah apung(sekitar Waduk Jatiluhur),”kata Anton Charliyan saat meninjau lokasi penggerebekan di Purwakarta,Minggu,2016年12月25日。

Anton mengatakan jika para terduga teroris ini menjadikan waduk Jatiluhur sebagai target serangan mereka,akibatnya bisa sangat mengerikan。 “Kalau bendungan ini(Waduk Jatiluhur)diledakkan,seperti apa?Ini(dampaknya)akan lebih besar dari WTC.Jutaan warga Purwakarta,Bandung,Karawang sampai Jakarta bisa jadi korban,”katanya。

Saat ini motif dan target serangan para terduga teroris yang disergap di Waduk Jatiluhur masih didalami dengan mengorek keterangan dari dua terduga teroris yang berhasil ditangkap hidup-hidup,yakni Ivan dan Rizal。

Hasil penyelidikan sementara,Abu Fais dan Abu Sofi,akan diplot sebagai pengantin atau pelaku bom bunuh diri。 Hal ini terungkap dari selembar surat yang ditemukan polisi di keranda apung tempat keduanya tinggal。

“Ada beberapa barang bukti yang kami peroleh。 Ada golok dan surat terkait amaliah bersedia untuk menjadi pengantin,“kata Anton Charliyan。

Namun sampai saat ini Tim Detasemen 88 belum menemukan bom yang dirakit kelompok Jatiluhur ini。 Lokasi sekitar waduk juga telah disisir namun tak ada bom yang ditemukan。 “Di sini tidak ditemukan bahan peledak,”kata Anton。

-dengan laporan ANTARA / Rappler.com