新闻是有分量的

Polri buru penyebar berita hoax pekerja中国

2016年12月26日下午4:33发布
2016年12月26日下午4:33更新

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menghibur dan membagi buku bacaan kepada anak korban gempa di tenda pengungsian Ringblang Meurdu,Pidie Jaya,Provinsi Aceh,Kamis(15/12)。 Foto oleh Rahmad / ANTARA

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menghibur dan membagi buku bacaan kepada anak korban gempa di tenda pengungsian Ringblang Meurdu,Pidie Jaya,Provinsi Aceh,Kamis(15/12)。 Foto oleh Rahmad / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan pihaknya sedang memburu penyebar berita bohong别名hoax yang menyebutkan ada puluhan juga pekerja asal China di Indonesia。

“Akan kami telusuri。 Kan kami punya cyber crime dan cyber army untuk mengawasi hal-hal yang tidak benar di media sosial,“kata Rikwanto di Mabes Polri,Kebayoran Baru,Jakarta Selatan,Senin 26 Desember 2016。

Rikwanto menghimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan konten berita atau informasi yang belum diketahui kebenarannya。 Sebab,berita-berita hoax tersebut bisa menimbulkan kegaduhan dan kecemasan。

Sebelumnya Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengatakan jumlah pekerja China di Indonesia hanya 21 ribu orang。 Bukan 10 juta atau bahkan 20 juta seperti yang disebutkan dalam hoax yang beredar di media-media sosial。

“Banyak yang bersuara tenaga kerja Tiongkok yang masuk ke Indonesia sepuluh juta,dua puluh juta,itu ngitungnya kapan?” kata Presiden Jokowi pada Jumat,23岁。 2016年

Menurut Presiden Jokowi,angka 21 ribu pekerja itu kecil。 Sebab pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri jumlahnya jauh lebih besar dari itu。

Presiden menyebutkan tak kurang dari 2 juta orang Indonesia bekerja di Malaysia dan 150 ribu lainnya bekerja di Hongkong。 “Mereka欢迎saja,”kata Presiden Jokowi。 -Rappler.com