新闻是有分量的

KPK berharap manajemen RS Medika Permata Hijau tidak mempersulit kerja penyidik

发布时间:2017年11月17日上午7:48
更新时间:2017年11月17日上午7:48

LAMBAIKAN TANGAN。 Ketua DPR Setya Novanto melambaikan tangan usai jalani sidang dugaan pelanggaran etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan(MKD),pada 7 Desember 2015. Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

LAMBAIKAN TANGAN。 Ketua DPR Setya Novanto melambaikan tangan usai jalani sidang dugaan pelanggaran etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan(MKD),pada 7 Desember 2015. Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)mengeluhkan sikap manajemen pihak Rumah Sakit Medika Permata Hijau yang terkesan mempersulit kinerja para penyidiknya。 Hal itu tercermin dari tidak ditemukannya dokter jaga yang bertanggung jawab menjelaskan kondisi Setya yang diraw​​at di sana。

“Penyidik KPK sudah membawa dokter ke rumah sakit untuk kebutuhan pengecekan tersangka SN(Setya Novanto)。 Tetapi,sebelum memeriksa tersangka,dibutuhkan koordinasi lebih dulu dengan dakter jaga atau dokter yang merawat,“ujar juru bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulis pada Jumat dini hari,11月17日。

Sayangnya,penyidik tidak menemukan dokter jaga itu di lokasi。 Sementara,pihak manajemen rumah sakit tidak dapat ditemui dan tidak memberikan akses serta informasi semalam。

Alhasil,penyidik KPK masih menunggu di rumah sakit dan berada di kamar tempat Setya diraw​​at yakni di kamar 323. Penyidik sempat beberapa kali terlihat keluar masuk lorong ruangan。 Namun,mereka tidak memberikan pernyataan saat ditanya media。

Namun,sikap KPK yang mengirim penyidiknya ke rumah sakit diprotes oleh kuasa hukum Setya,Fredrich Yunadi。 Ia menilai hal terse but telah melanggar aturan。

“Padahal di depan(ruang kamar perawatan)ada tulisan sangat jelas dari dokter:'pengumuman,pasien perlu istirahat untuk penyakitnya dan belum dapat dibesuk',”ujar Fredrich ketika ditemui media di rumah sakit。

Ia menyebut larangan tersebut disetujui dan ditandatangani oleh salah satu dokter yang merawat yakni Dr H. Bimanesh Sutarjo。

“Beliau(Bimanesh博士)mantan kombes polisi,mantan dokter dari RS Polri tapi baru pensiun。 Beliau yang memberikan indikasi(Setya Novanto)tidak bisa dibesuk,“kata dia。 (BACA: )

Fredrich juga keberatan karena lembaga anti rasuah itu terkesan mencecar perawat yang merawat Ketua Umum Partai Golkar tersebut。 Ia menegaskan ada kode etik rekam medis yang tidak boleh dibocorkan kepada siapa pun。

“Di UU Kesehatan membocorkan rekam medis itu dapat dipenjara satu tahun delapan bulan。 Rekam medis itu hanya bisa dibuka oleh dokter yang menangani dan dengan seizin pasien,“tutur dia lagi。

Setya diraw​​at di RS Medika Permata Hijau sejak Kamis malam karena mengalami kecelakaan。 Menurut keterangan kuasa hukumnya,ia mengalami kecelakaan ketika tengah berniat menuju ke KPK untuk menyerahkan diri。

Lembaga anti rasuah itu mengimbau Setya agar menyerahkan diri pasca akan ditangkap pada Rabu kemarin。 Lantaran tidak juga mematuhi himbauan tersebut,maka KPK berkirim surat kepada Polri dan NCB Interpol untuk memasukan nama Setya ke dalam Daftar Pencarian Orang(DPO)。

- Rappler.com