新闻是有分量的

Kondisi Zanette korban penyekapan Pulomas membaik

2016年12月29日下午4:29发布
2016年12月29日下午4:29更新

Korban selamat dalam kasus pembunuhan Pulomas Zanette Kalila(kedua kiri)menabur bunga di pusara makam kakaknya Dianita Gemma Dzalfayla yang menjadi korban tewas dalam kasus itu di TPU Tanah Kusir,Jakarta,Rabu(28/12)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

Korban selamat dalam kasus pembunuhan Pulomas Zanette Kalila(kedua kiri)menabur bunga di pusara makam kakaknya Dianita Gemma Dzalfayla yang menjadi korban tewas dalam kasus itu di TPU Tanah Kusir,Jakarta,Rabu(28/12)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kondisi Zanette Kalila Azaria,salah satu korban penyekapan di Pulomas,semakin membaik,pada Kamis,29 Desember。

Menurut penuturan ibu kandungnya,Almianda Saphira,kondisi anak yang biasa dipanggil Anet itu membaik saat dijenguk di Rumah Sakit Kartika Pulomas,Jakarta Timur,pada Kamis。

“Anet, alhamdulillah baik,dia主要Instagram, 聊天 sama teman-temannya.Bercanda-canda lagi,”kata Saphira。

Zanette adalah satu dari 11 orang yang disekap perampok di toilet rumahnya di kawasan Pulomas,Jakarta Timur,pada Selasa,27 Desember。 Dari sebelas orang yang disekap itu,enam di antaranya meninggal dunia,termasuk sang ayah,Dodi Triono,dan dua saudarinya,Diona Arika dan Dianita Gemma。

Zanette menghadiri pemakaman ayah dan dua saudarinya di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir,Jakarta Selatan,pada Rabu,28 Desember。

Kendati demikian,Saphira yang merupakan mantan istri kedua Dodi,menjelaskan bahwa Zanette masih sedikit mengeluh sakit tenggorokan dan pegal di bagian kaki。

“Sakit tenggorokan,kaki pegal makanya suka sambil pijat-pijat.Alhamdulillah,tim medisnya aktif,”kata Saphira。

Ia menambahkan bahwa saat ini tim dokter sedang fokus memulihkan fisik Zanette,terutama organ pernafasannya。

“Anet masih recovery batuk.Supaya cepat kuat dan sehat,dari dokter juga mengatakan dia batuk,jadi pernafasannya dipantau terus,”ucap dia。

Ketika ditanya mengenai kondisi psikologis anaknya yang selamat dari penyekapan yang menewaskan enam orang termasuk ayah,kakak,dan adiknya,Saphira mengatakan dia menyerahkan penanganannya sepenuhnya kepada psikolog。

“Dari awal Anet sudah bisa komunikasi,kok.Kalau trauma,semua orang bisa trauma cuma tingkatnya beda-beda,jadi saya serahkan ke psikolog,”katanya。

Saphira juga menjelaskan bahwa empat korban lain yang merupakan asisten rumah tangga yang juga diraw​​at di Rumah Sakit Kartika kondisinya membaik。 -Antara / Rappler.com