新闻是有分量的

Ada'pilot mabuk',首席执行官Citilink mundur

发布时间2016年12月31日上午8:47
更新时间:2016年12月31日上午9:48

MUNDUR。总裁兼首席执行官Citilink Albert Burhan(kanan)didampingi飞行运营副总裁Citilink Capt.Fatahullah(tengah)dan人力资本副总裁Citilink Devina Veryano(kiri)memberikan klarifikasi terkait pilot Citilink yang diduga mabuk sebelum melakukan penerbangan di Jakarta,Jumat,30 Desember。 Foto oleh Ubaidillah / ANTARA

MUNDUR。 总裁兼首席执行官Citilink Albert Burhan(kanan)didampingi飞行运营副总裁Citilink Capt.Fatahullah(tengah)dan人力资本副总裁Citilink Devina Veryano(kiri)memberikan klarifikasi terkait pilot Citilink yang diduga mabuk sebelum melakukan penerbangan di Jakarta,Jumat,30 Desember。 Foto oleh Ubaidillah / ANTARA

雅加达,印度尼西亚(更新) - 首席执行官PT Citilink印度尼西亚Albert Burhan memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya menyusul adanya insiden'pilot mabuk'di maskapai yang dia pimpin。 Pengajuan pengunduran diri dilakukan di hadapan para pemegang saham pada Jumat,30 Desember。

“Melihat perkembangan semua ini dan dampak yang telah diberikan kepada Citilink itu,secara personal saya merasa bertanggung jawab,jadi saya mengajukan pengunduran diri,”kata Albert dalam jumpa pers pada Jumat sore kemarin。

Dia mengundurkan diri bersama Direktur Operasional Citilink Hadinoto Sudigno。 Akibat kejadian ini Kementerian Perhubungan memberikan peringatan I kepada maskapai Citilink agar dilakukan investigasi internal dan mencegah peristiwa serupa kembali terulang di masa depan。

Sebelumnya,manajemen Citilink juga sudah memecat kapten pilot Tekad Purna karena dianggap tidak profesional saat bertugas dan dapat membahayakan keselamatan penerbangan。 Menurut Albert ada tiga poin yang telah dilanggar oleh Tekad,yakni:

  • tidak menjalankan standar operasi prosedur(SOP)dengan tiba di bandara terlambat。 Tekad diketahui baru tiba hanya 15 menit dari jadwal keberangkatan。
  • tidak menjalankan tugas secara baik
  • merusak citra dan nama perusahaan

Walau hingga saat ini proses investigasi terhadap Tekad masih terus dilakukan,namun pihak manajemen merasa kesalahan yang dilakukan pilot berusia 32 tahun itu sudah kelewat batas。

“基于此,manajemen menilai cukup untuk mengambil keputusan yang signifikan,”ujar Wakil Direktur Komunikasi,Benny Butarbutar di jumpa pers yang sama。

Insiden'pilot mabuk'terjadi saat pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG800 jurusan Surabaya-Jakarta hendak lepas landas dari Bandara Juanda,Surabaya,pada Rabu 28 Desember。

Saat itu para penumpang merasa ada yang aneh dengan pengumuman pilot sebelum terbang。 Suara飞行员terdengar tidak jelas seperti orang mabuk。

Para penumpang kemudian meminta pilot diganti。 Akibatnya terjadi keterlambatan。 Pesawat yang semula akan 脱掉 pada pukul 05.15 baru lepas landas pada pukul 06.20 WIB。 (BACA: )

Sang飞行员,Tekad Purna kemudian dibawa ke klinik Graha Angkasa Pura I untuk menjalani pemeriksaan medis。 Hasilnya negatif:ia tidak terbukti mengonsumsi alkohol atau obat-obatan。

Namun tak lama kemudian beredar video berisi adegan seorang pilot sedang memasuki salah satu ruang bandara。 Ia terlihat berjalan sempoyongan seperti sedang mabuk。 Banyak网友杨menduga飞行员tersebut adalah Tekad Purna。

Tekad juga diketahui pernah diberhentikan oleh Maskapai Air Asia。 Citilink mengakui jika pihaknya tidak melakukan cross check ke Air Asia ketika merekrut Tekad Purna pada Maret 2016。

Albert mengatakan keputusannya mengundurkan diri bukan karena ada tekanan。 Surat pengunduran diri tersebut nantinya akan disampaikan ke para pemagang saham,komisaris utama,hingga PT Garuda Indonesia sebagai induk perusahaan PT Citilink Indonesia。 -Rappler.com

BACA JUGA: