新闻是有分量的

Rekam jejak Tekad Purna,飞行员Citilink yang diduga mabuk sebelum terbang

2016年12月31日下午12:02发布
2017年1月1日上午11:46更新

连城。飞行员maskapai Citilink,Tekad Purna dipecat karena dianggap merusak citra perusahaan akibat diduga mabuk sebelum terbang。 Foto oleh Yusran Uccang / ANTARA

连城。 飞行员maskapai Citilink,Tekad Purna dipecat karena dianggap merusak citra perusahaan akibat diduga mabuk sebelum terbang。 Foto oleh Yusran Uccang / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Maskapai Citilink sedang menjadi sorotan publik pada pekan ini karena nyaris membiarkan salah satu pilotnya yang diduga mabuk mengendarai pesawat rute Surabaya-Jakarta pada Rabu,28 Desember lalu。 Kejanggalan sikap pilot yang diketahui bernama Tekad Purna Agnimartanto ini sudah terlihat sejak pemeriksaan di bandara menuju ke pesawat。

飞行员berusia 32 tahun itu terekam kamera CCTV jalan dalam keadaan sempoyongan。 Dia bahkan tak menyadari isi tas berhamburan keluar dan perlu dibantu diambilkan oleh petugas keamanan。

Saat berada di dalam kokpit dan memberikan informasi kepada penumpang,Tekad terdengar berbicara ngelantur dan tidak fokus。 Dari sana,penumpang protes dan meminta琼脂飞行员diganti。

Siapa Tekad Purna Agnimartanto dan rekam jejaknya di dunia penerbangan? Berikut Rappler rangkum untuk kamu:

1. Pernah jadi飞行员亚洲航空
Pria kelahiran tahun 1984 itu memulai karirnya di dunia penerbangan dengan bergabung di maskapai Air Asia Indonesia tahun 2009 lalu。 Menurut seorang sumber Rappler,Tekad masuk di Air Asia dari jenjang bawah usai lulus dari sekolah penerbangan。 数据dari akun媒体sosialnya menunjukkan Tekad lulus dari sekolah pilot di澳大利亚国家航空学院。

“Dia sudah melalui semua tahapan administrasi dan uji masuk dan diterima menjadi pilot。 Kemudian,dia dilatih dari awal touk mengendari(pesawat)jenis Airbus A-320,“ujar sumber tersebut。

Di kalangan teman-temannya sesama pilot Air Asia,Tekad dikenal baik dan tidak bertingkah yang aneh-aneh。 Dia baru mulai berulah saat pangkatnya naik menjadi kapten di akhir tahun 2015 lalu。 Karirnya tergolong cemerlang,karena di usia yang muda,Tekad bisa meraih pangkat sebagai kapten pilot。

Tekad akhirnya berhenti dari亚洲航空公司印度尼西亚karena tersangkut permasalahan。

“Ketika akan berangkat menerbangkan pesawat,pramugari menemukan gelagat aneh dari Tekad。 Akhirnya dilaporkan ke Direktur keselamatan lalu berlanjut ke 操作控制 dan penerbangan dihentikan,“kata sumber itu lagi。

Saat diperiksa di darat,diketahui bahwa Tekad menggunakan zat psikotropika。 Tetapi,tidak diketahui dengan jelas jenis zat psikotropika apa yang dikonsumsi。

2. Kantongi lebih dari 5.000果酱terbang
Menurut首席执行官Citilink Albert Burhan,saat bekerja dengan Air Asia,Tekad sudah mengantongi 4.888 jam terbang。 Sementara,dengan Citilink dia sudah membukukan 656 jam terbang sejak bergabung per Maret 2016。

Saat bekerja di Air Asia,dia belum pernah memiliki catatan kecelakaan saat mengemudikan pesawat Airbus A-320。

3. Miliki型号A-320
Di awal tahun 2016,Tekad bergabung dengan Citilink setelah memilih berhenti dari Air Asia。 Direktur SDM Citilink,Devina Veryano menjelaskan sebelum bergabung dengan Citilink mereka telah melakukan pemeriksaan dokumen dan serangkaian tes kepada Tekad。

“Hal itu termasuk penyisiran CV,tes kemampuan,kompetensi keseluruhan,tes keamanan penerbangan(avsec)dan tes kepada 用户。 Saat dilakukan avsec test,sejarah seperti apa dia bekerja di maskapai sebelumnya tidak muncul,“ujar Devina ketika memberikan keterangan pers di Menara Citikon pada Jumat,30 Desember。

Namun,salah satu pertimbangan Tekad diterima di Citilink karena dia memiliki kemampuan dan license pesawat jenis Airbus A-320 yang notabene menjadi armada maskapai pelat merah itu。 Sementara,jumlah pilot yang memiliki type rating A-320 sangat terbatas di pasaran。

Selain itu,Citilink juga mengakui tak bertanya mengenai rekam jejak Tekad ke maskapai AirAsia。

“Kami lakukan pengecekan(latar belakang)agak diam-diam。 Perusahaan di mana orang tersebut sedang bekerja,tidak bisa kami tanyakan,terlebih lagi untuk pilot yang type rating A-320,“kata Devina。

4. Dipecat sebelum investigasi rampung
Manajemen sebelumnya sudah membebas tugaskan Tekad sembari menunggu hasil investigasi terhadap kesehatannya。 Namun,belum juga investigasi rampung,manajemen Citilink pada Jumat kemarin langsung memecat Tekad。

Wakil Direktur Komunikasi Citilink,Benny Butarbutar beralasan Tekad sudah melakukan pelanggaran yang fundamental,sehingga tidak perlu lagi menunggu hasil investigasi untuk diambil keputusan。 Benny merinci ada tiga kesalahan致命的杨dilakukan Tekad:

一个。 Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan提名人30 tahun 2003,飞行员Tekad dianggap ceroboh dan dianggap membahayakan keselamatan penerbangan
Melanggar aturan disiplin kerja dengan terlambat datang ke bandara。 Idealnya seorang pilot sudah tiba minimal 1 jam sebelum keberangkatan untuk mendapat briefing mengenai jadwal penerbangan
C。 Merusak citra dan nama perusahaan

Benny mengatakan alasan Tekad datang terlambat ke bandara karena dia bangun kesiangan。 Pengakuan ini,kata dia,diperoleh dari Tekad sendiri。

Usai kebijakan ini,kewajiban lain dari manajemen ke Tekad akan dituntaskan belakangan。 - Rappler.com

BACA JUGA: