新闻是有分量的

Warga Malaysia terancam dipenjara seumur hidup karena coba bunuh TKI

2016年12月31日下午7点29分发布
2016年12月31日下午7:29更新

雅加达,印度尼西亚 - Seorang perempuan马来西亚terancam dipenjara seumur hidup karena berupaya membunuh asisten rumah tangga asal Indonesia,Suyanti Sutrinso。 Pelaku yang diketahui bernama Rozita Mohamad Ali ingin membunuh Suyanti menggunakan sebuah pisau dapur,gantungan baju,alat pel dan sebuah payung。

Dalam sidang yang digelar pada Jumat,30 Desember,Rozita mengaku tidak bersalah terhadap tuduhan yang disampaikan jaksa。 Jika terbukti bersalah,maka Rozita terancam hukuman bui 20 tahun atau seumur hidup。

Perempuan yang merupakan istri seorang Datuk itu sebelumnya menyerahkan diri ke kantor polisi usai berita penyiksaan terhadap Suyanti tersebar luas di media sosial。

Namun,dia dibebaskan usai membayar uang jaminan sebesar RM 20 ribu atau setara Rp 61 juta。 Rozita juga menyerahkan paspornya ke polisi untuk mencegah bepergian ke luar negeri。

Polisi kemudian memerintahkan perempuan berusia 43 tahun itu untuk lapor diri sebulan sekali ke kantor polisi terdekat。 Rozita juga tidak diizinkan untuk mendekati Suyanti selama proses persidangan berlangsung。

Ditonjok setiap hari

Kasus ini terkuak ketika seorang petugas keamanan menemukan asisten rumah tangga yang berusia 19 tahun itu tidak sadarkan diri di dekat saluran air di pinggiran Mutiara Damansara pada tanggal 21 Desember lalu。 Luka serius terlihat di sekujur tubuh Suyanti。

“Saya ditampar dan ditonjok setiap hari。 Di saat yang bersamaan juga kerap dimaki-maki dengan panggilan binatang。 Saya sangat takut sekali,“ujar Suyanti kepada media Malaysia, 。

Perempuan asal Medan itu mengatakan tidak diizinkan untuk mandi dan hanya diizinkan untuk makan sekali sehari。 Karena baru bekerja di kediaman Rozita selama dua pekan,Suyanti berharap majikannya itu akan berubah satu saat nanti。 Tetapi,hasilnya nihil。

“Saya merasa perlakuannya sudah tak lagi bisa ditoleransi,”katanya。

Oleh sebab itu,pada tanggal 21 Desember Suyanti memutuskan memanjat pagar kediaman majikannya dengan menggunakan tangga。 Dia lalu berlari secepat dan sejauh mungkin。

Hukuman tergolong berat

Ketua Satgas Perlindungan WNI dari KBRI吉隆坡,Yusron B. Ambary mengatakan ancaman hukuman yang didakwakan kepada Rozita sudah tergolong berat。 Rencananya,perwakilan KBRI,ujar Yusron akan bertemu dengan jaksa pada minggu kedua di bulan Januari 2017 untuk membahas lebih lanjut pasal yang digunakan。

Sidang lanjutan dengan terdakwa Rozita akan digelar pada tanggal 7 Februari。 Ini bukan kali pertama TKI diperlakukan secara kejam ketika bekerja di Malaysia。

Bahkan,pada tahun 2009 lalu Pemerintah Indonesia kemudian menghentikan pengiriman TKI ke Negeri Jiran akibat kerap menjadi korban tindak kekerasan dan pemerkosaan。 Larangan ini kemudian dicabut dua tahun kemudian usai kedua negara sepakat untuk memberi perlindungan kepada TKI。 - dengan laporan Santi Dewi / Rappler.com