新闻是有分量的

Kronologi terbakarnya kapal Zahro Express

发布时间:2017年1月2日上午9:11
更新时间:2017年1月2日上午9:42

Petugas berada di sekitar kantong jenazah korban kebakaran kapal motor Zahro Express di Pelabuhan Kali Adem,Muara Angke,Jakarta,Minggu(1/1)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

Petugas berada di sekitar kantong jenazah korban kebakaran kapal motor Zahro Express di Pelabuhan Kali Adem,Muara Angke,Jakarta,Minggu(1/1)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Hari masih pagi ketika Kapal wisata Zahro Express mulai bergerak dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung,Kepulauan Seribu,Jakarta,Minggu 1 Januari 2017。

Kapal yang mengangkut 184 orang tersebut belayar setelah mengantongi Surat Pesetujuan Belayar dari Syahbandar Pelabuhan Muara Angke pada pukul 07.00 wib。

Cuaca di Perairan Muara Angke saat itu cerah。 Seharusnya ini menjadi hari yang sempurna untuk berwisata di Pulau Tidung。 Namun mereka tak pernah sampai ke pulau tersebut。

Sebab,setelah berlayar 1 mil,kapal berkapasitas 285 orang tersebut terbakar。 Api menjalar cepat karena badan kapal terbuat dari纤维。 Asap hitam menyergap,ratusan penumpang panik。

Banyak dari mereka menyelamatkan diri dengan terjun ke laut,termasuk kapten kapal。 Beberapa korban sempat mendengar setidaknya dua ledakan。

Salah seorang penumpang, Fikran Shafa Alam(18),mengatakan tak lama setelah terdengar ledakan,asap langsung memenuhi bagian dalam kapal,termasuk ruangan penumpang。 Lama-lama mata perih karena asap,saya hanya mendengar suaranya saja,”kata Alam。

Di antara kepulan asap hitam tersebut,para penumpang berdesakkan menuju pintu ke luar。 Mereka saling dorong。 Alam juga mendengar teriakan-teriakan dan suara takbir。 Asap sudah masuk ke tenggorokan,perih,nafas susah,”kata Alam。

Pada pukul 08.46 wib,pesawat telepon di Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara berdering。 Petugas piket bernama Wahyudin menerima laporan ada kapal terbakar di sebelah barat Pelabuhan Muara Angke。

Wahyudin langsung mengirimkan pesan berbunyi“Kendala:Posisi di tengah laut”ke Pos Muara Angke。 Tak sampai 10 menit kemudian,tiga unit kapal pemadam dan satu unit fireboat langsung meluncur。

Korban kapal Zahroh Express yang terbakar mulai dievakuasi pada pukul 10.30 wib。 Namun api yang melahap kapal tersebut baru berhasil dipadamkan pada pukul 11​​.30 wib。

Setelah itu kapal ditarik ke Pelabuhan Kali Adem Muara Angke。 Korban tewas mulai ditemukan。 Mereka dibawa dengan kantong-kantong jenazah。

Hingga pukul 14.30 wib,sebanyak 20 kantong jenazah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk diidentifikasi。 Sampai saat ini,Kementerian Perhubungan mencatat korban tewas mencapai 23 orang。

Sementara 17 korban lainnya masih dalam pencarian。 Pagi ini pencarian korban akan kembali dilanjutkan。 Sehingga jumlah korban tewas sangat mungkin akan bertambah。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com