新闻是有分量的

Tinggalkan penumpang,nakhoda kapal Zahro Express terancam sanksi

2017年1月2日上午10:30发布
更新时间:2017年1月2日上午10:58

Petugas gabungan mengangkat kantong jenazah korban kebakaran kapal motor Zahro Express di Pelabuhan Kali Adem,Muara Angke,Jakarta,Minggu(1/1)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

Petugas gabungan mengangkat kantong jenazah korban kebakaran kapal motor Zahro Express di Pelabuhan Kali Adem,Muara Angke,Jakarta,Minggu(1/1)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Nakhoda Moh。 Nali menjadi orang yang paling disorot dalam kasus terbakarnya kapal wisata Zahro Express yang menewaskan sedikitnya 23 orang pada Minggu,1 Januari 2017。

Moh Nali dikabarkan terjun ke laut beberapa saat setelah terjadi ledakan di tubuh kapal。 Sebagai seorang nakhoda,tindakan Nali yang meninggalkan penumpang ini dinilai tak pantas。

“Sebagai nahkoda,kewajibannya adalah terjun paling akhir setelah penumpang selesai dievakuasi,”kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut A. Tonny Budiono kepada ,Ahad malam,1 Januari 2016。

Kapal Zahro Express terbakar setelah berlayar hampir 1 mil dari Pelabuhan Muara Angke,Minggu pagi,sekitar pukul 08.30 wib。 Kapal tersebut membawa 184 penumpang yang akan menuju Pulau Tidung untuk berlibur。

Sempat terdengar ledakan sebelum kapal berbahan纤维tersebut dilahap api。 Beberapa penumpang terjun ke laut untuk menyelamatkan diri。 Sampai saat ini,23 penumpang dilaporkan tewas dan 17 lainnya masih dalam pencarian。

Tonny mengatakan pihaknya akan memanggil Nakhoda Moh Nali untuk diperiksa。 Jika Moh Nali terbukti terjun ke laut lebih dulu dari penumpang,maka lisensi nahkodanya terancam dicabut。 “Nanti kami akan cabut lisensinya dan dia tidak boleh berlayar,”kata Tonny melanjutkan。 -Rappler.com