新闻是有分量的

Kapal Zahro Express terbakar,Syahbandar Muara Angke dicopot

2017年1月2日下午12:39发布
2017年1月2日下午12:39更新

Petugas gabungan mengevakuasi korban yang terbakar di dalam kapal motor Zahro Express di dermaga Muara Angke,Jakarta,Minggu(1/1)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

Petugas gabungan mengevakuasi korban yang terbakar di dalam kapal motor Zahro Express di dermaga Muara Angke,Jakarta,Minggu(1/1)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono mengatakan akan mencopot Syahbandar Muara Angke Deddy Junaedi menyusul terbakarnya kapal wisata Zahro Express yang menewaskan sedikitnya 23 penumpang。

“Ya benar。阿拉善(pencopotan)terkait dengan terbakarnya Kapal Zahro Express,”kata Tonny di Jakarta,Senin,2 Januari 2016. Pencopotan dilakukan karena beberapa kesalahan yang diduga dilakukan Syahbandar。

Tonny mengungkapkan kesalahan tersebut antara lain simpang siurnya jumlah penumpang。 Pada Surat Persetujuan Berlayar yang dikeluarkan Syahbandar tertulis penumpang berjumlah 100 orang。

Namun,pada kenyataannya,jumlah penumpang Kapal Zahro Expess mencapai 184 orang,Bahkan ada yang menyebut jumlah penumpang mencapai 250 orang。 “Yang jelas berbeda dengan yang di manifest,”kata Tonny。

Alasan lain pencoptan Deddy dari jabatannya sebagai Syahbandar adalah kedisiplinan:ia tidak berada di tempat saat kecelakaan terjadi。 “Waktu kecelakaan dia tidak ditempat,”kata Tonny.Pencopotan rencananya akan dilakukan besok,Selasa 3 Januari 2017。

Kapal Zahro Express terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung pada Minggu pagi,1 Januari 2017. Akibat peristiwa ini,sedikitnya 23 penumpang tewas dan 17 lainnya dinyatakan hilang。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com